Jumat, 23 Desember 2011

MELATIH KECERDASAN BAHASA ANAK USIA DINI MELALUI SENI MUSIK

Eka Savitri[1]

Abstrak

Kecerdasan bahasa merupakan kemampuan untuk menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan ini secara kompeten melalui kata-kata untuk mengungkapkan ini dalam berbicara, membaca, dan menulis (Lwin, dkk, 2008:11). Banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan bahasa anak salah satunya adalah pola asuh orangtua, tapi ada faktor luar yang dapat mempengaruhi kecerdasan bahasa anak yaitu, pengenalan dan pembelajaran seni musik. Pengenalan dan pembelajaran seni musik pada anak usia dini harus diberikan sejak dini, karena pada usia dini anak sangat mudah menerima stimulasi-stimulasi yang diberikan oleh orangtua, sekolah, dan lingkungan. Seni musik juga dapat memberikan manfaat untuk perkembangan anak yaitu, memperkaya kosa kata anak usia dini, melatih kecerdasan bahasa anak usia dini melalui sosialisasi, dan kelancaran berbahasa pada anak usia dini.

Kata kunci: kecerdasan bahasa, seni musik, anak usia dini

Pendahuluan

Kecerdasan bahasa merupakan kemampuan untuk menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan ini secara kompeten melalui kata-kata untuk mengungkapkan ini dalam berbicara, membaca, dan menulis (Lwin, dkk, 2008:11). Orang yang cerdas dalam bidang ini dapat beragumentasi, menyakinkan orang, menghibur, dan mengajar dengan efektif lewat kata-kata yang diucapkannya. Kecerdasan bahasa ini sangat penting dalam dunia modern sekarang, karena setiap orang cenderung menilai orang dari cara berbicara mereka dan daya saing pada dunia modern sangat keras. Kecerdasan bahasa ini juga menentukan kesuksesan yang akan dialami anak usia dini di masa yang akan datang. Anak yang cerdas dalam berbicara memiliki kemampuan untuk menghargai kata-kata dan artinya juga. Dengan kecerdasan bahasa yang dimiliki anak, anak dapat menjalin hubungan yang baik, sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak. Bahasa tidak dapat berlangsung tanpa proses pikir. Berpikir diungkapkan melalui bahasa. Hal ini perlu bagi anak usia dini untuk diberi pengalaman yang membantu mereka membentuk keterampilan bahasanya, sehingga mereka dapat berpikir baik, untuk mengerti dunia yang mereka tinggali dan berkomunikasi dengan orang lain. Anak dengan latar belakang keterampilan bahasa yang baik akan memiliki pengertian yang lebih baik untuk konsep membaca dan menulis.

Pada anak usia dini ini (usia 0-8 tahun) daya kerja otak mereka sangat mudah untuk merangsang setiap stimulasi-stimulasi yang diberikan sehingga mempermudah mereka untuk semakin berkembang. Melalui kegiatan-kegiatan pertumbuhan dan perkembangan otak inilah yang menyebabkan seorang anak manusia memiliki potensi yang unggul dan nantinya akan menjadi kemampuan secara fisik maupun psikisnya. Pada usia dini daya kerja otak anak yang berkembang sangat pesat adalah daya ingat anak. Daya ingat anak usia dini adalah kemampuan mengingat yang sangat tinggi, sehingga dapat mencerna apapun bahasa yang mereka dengar dan pelajari dengan sangat baik. Seni musik dapat merangsang pikiran modern dan membantu meningkatkan daya ingat anak, sehingga dapat bersifat permanen dan memudahkan anak ke depannya mengingat segala sesuatu yang perlu diingat. Akan tetapi, untuk para orang dewasa seni musik hanya bersifat sementara saja dalam daya ingat mereka, karena kurangnya pembiasaan sejak dini untuk menstimulasi daya ingat mereka sejak dini oleh orangtua mereka dahulu.

Pada usia 0-8 tahun otak anak masih berkembang dan dapat dibentuk, dapat membuat perbedaan kekal dalam pertumbuhan intelektual dan musikal dalam diri anak. Pada usia dini merupakan usia saat yang paling kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan otak anak, sehingga pola asuh pada anak usia ini akan berpengaruh pada cara berpikir, kehidupan, dan tingkah laku mereka di kemudian hari. Pertumbuhan dan perkembangan otak anak dapat berpengaruh pada kecerdasan bahasa anak usia dini yang diberikan oleh orangtua. Banyak faktor yang mempengaruhi kecerdasan bahasa anak salah satunya adalah pola asuh orangtua yang memberikan stimulasi-stimulasi pada anak mereka, tapi ada faktor luar yang dapat mempengaruhi kecerdasan bahasa anak salah satunya, yaitu pengenalan dan pembelajaran seni musik pada anak usia dini. Pengenalan dan pembelajaran seni musik pada anak usia dini harus diberikan sejak dini atau bahkan sejak dalam kandungan sang ibu, karena pada usia dini anak sangat mudah menerima stimulasi-stimulasi yang diberikan oleh orangtua, sekolah, dan lingkungan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan beberapa manfaat antara lain (1) penambahan kosa kata pada anak usia dini; (2) kecerdasan bahasa melalui sosialisasi pada anak usia dini; (3) kelancaran berbahasa pada anak usia dini. Beberapa manfaat tersebut akan dijelaskan pada bagian selanjutnya.

Melatih Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini melalui Seni Musik

Seni musik yang banyak mempengaruhi perkembangan bahasa anak usia dini adalah mendengarkan musik dan memainkan alat musik. Memperkenalkan anak dengan lagu anak-anak adalah kegiatan yang sangat menggembirakan bagi anak, selain mempertajamkan pendengaran anak, memperdengarkan lagu juga menuntun anak untuk menyimak setiap lirik yang dinyanyikan yang kemudian anak menirukan lagu tersebut dan juga menambah kosa kata dan pemahaman arti bagi anak (Sujiono, 2009:187). Memainkan alat musik dapat di ajarkan oleh orangtua atau diberikan kepada lembaga bimbingan belajar musik untuk anak usia dini. Anak usia dini dapat diperkenalkan seni musik melalui lembaga bimbingan belajar musik atau dapat diperdengarkan setiap hari oleh orangtua.

Anak dalam lembaga bimbingan belajar musik dapat menjadikan anak mengenal berbagai alat musik yang ada tanah air dan anak dapat memainkan atau menggunakan alat musik tersebut, sehingga secara tidak langsung pengenalan tersebut dapat menjadi penambahan kosa kata yang anak miliki. Misalnya alat musik gitar, piano, dan lain-lain dan pengenalan kunci-kunci pada piano dan gitar seperti kunci A, kunci B, kunci C, dan lain-lain. Sejak dini anak dapat di perkenalkan musik dengan cara ketika sebelum anak tidur, yang mampu memberikan relaksasi pada anak. Seni musik diperdengarkan dan dikenalkan pada anak agar dapat menambah kosa kata anak, mencerdaskan bahasa anak melalui sosialisasi dan melancarkan berbahasa pada anak usia dini, dengan menggunakan bahasa yang baik. Kecerdasan bahasa ini juga memudahkan anak melatih mental mereka dalam bersosialisasi dan berbagi bahasa yang mereka miliki. Kelancaran dalam berbicara pun sangat berpengaruh dengan kehidupan di masa depan, sebab dapat memberi kepercayaan yang utuh pada anak usia dini dan melatih kebijaksanaan anak.

Ketika memperkenalkan musik, orangtua harus memperhatikan musik yang sesuai dengan perkembangan usia anak mereka. Pada anak usia dini lebih baik diperdengarkan musik yang menambah pengetahuan abjad, nama-nama buah, nama-nama hewan, dan lain-lain, sehingga mempermudah anak mengetahui berbagai benda yang ada di sekitar. Secara tidak langsung dapat menambah pengetahuan tentang nama-nama hewan dan buah yang ada dalam musik tersebut. Orangtua juga dapat memberikan anak sejumlah pengalaman besar musikal seperti, menghadiri pertunjukan musik, berdansa di rumah, bernyanyi di mobil, dan paling sederhana adalah bertepuk tangan mengikuti irama musik. Anak-anak juga dapat bernyanyi jika telah terbiasa mendengarkan lagu yang mudah anak tirukan, karena anak-anak belajar bernyanyi secara alami. Menyanyi mengajarkan ketepatan tinggi rendahnya nada dan membantu dalam melatih telinga dan belajar mendengarkan musik di pikiran seseorang (Lwin, dkk, 2008:161). Orangtua dapat melatih kecerdasan bahasa melalui seni musik dengan cara membiarkan anak mendengarkan rekaman lagu, memainkan permainan irama, menyanyi, menari, dan memainkan alat musik.

Di seluruh dunia seni musik adalah sesuatu yang umum dan sudah dikenal mulai dari anak-anak, pemuda-pemudi, orang dewasa, dan orang tua. Seni musik adalah hal umum yang dapat diperdengarkan dan dimainkan di mana saja sehingga seni musik mudah untuk diperoleh semua kalangan. Sebuah studi baru oleh psikolog Cina menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan beberapa tahun belajar memainkan alat musik menghasilkan ketrampilan verbal yang lebih baik dengan mereka yang tidak pernah mempelajari musik (Lwin, dkk, 2008:34). Oleh karena itu, mendengarkan musik kepada anak-anak adalah gagasan yang baik untuk mengembangkan dan melatih bahasa anak usia dini, karena hal itu perlu dilakuan untuk membantu anak-anak meningkatkan kemampuan mereka berkomunikasi secara verbal.

Sebelum anak mampu berbicara, anak hanya dapat mengungkapkan perasaan dan keinginannya dengan cara menangis, mendekut, dan mengoceh[2]. Setelah tahapan ini anak akan perlahan-lahan mengucapkan sepatah duakata yang keluar dari mulutnya, kemudian anak dapat berbicara dalam satu kalimat yang masih belum sempurna pengejaannya, dan selanjutnya dapat lancar berbicara dalam sebuah kalimat pendek dan panjang sekalipun. Penambahan kosa kata dapat diberikan dengan memperdengarkan lagu, seperti lagu anak-anak. Yang perlu diperhatikan oleh orangtua untuk memilih lagu yang diperdengarkan untuk anak-anak adalah penggunaan bahasa yang tepat dan benar, sehingga anak berjuang untuk memperkaya bahasa yang dia dapat dari lagu itu.

Penambahan kosa kata ini ditunjukkan ketika anak mulai berani bertanya sesuatu yang tidak dia ketahui, sehingga setelah dia mengetahui anak mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak. Manfaat ini diperlihatkan anak ketika dapat menirukan kembali lagu-lagu yang telah dia dengar kemudian dia cerna melalui daya ingat istimewa yang dimiliki anak usia dini. Faktor pendorong penambahan kosa kata pada anak usia dini adalah rasa ingin tahu yang besar, dan kegiatan bertanya pun sangat aktif dilakukan. Pengetahuan pada anak usia dini ini masih sedikit dan harus diasah oleh orangtua. Akan tetapi ada juga orangtua yang membiarkan anak mereka mencari tahu sendiri pengetahuan-pengetahuan yang anak inginkan, melalui orang lain. Salah satu cara anak usia dini untuk mendapat pengetahuan adalah terus bertanya dengan pendorong daya rasa ingin tahu anak.

Penambahan kosa kata ini berguna untuk meningkatkan kemampuan membaca anak, karena keingintahuan yang besar pada anak yang tidak mendapat jawaban dari orang-orang yang ada disekitar. Kemampuan membaca ini menjadikan anak gemar membaca, dan mampu mengerti apa yang dia baca. Bahasa tulis merupakan sandi buatan, yang melibatkan pembelajaran sistematis tentang bagaimana menguraikan lambang tulis ke dalam bunyi bahasa yang mewakilinya (Lwin, dkk, 2008:14). Dalam kemampuan membaca anak dapat mengenal berbagai huruf, kata, dan kemudian kalimat. Selain meningkatkan kemampuan membaca, penambahan kosa kata juga berguna untuk meningkatkan keterampilan menulis. Mempelajari keterampilan dasar menulis, yang memungkinkan anak mengubah lambang bunyi lisan melalui huruf-huruf, untuk membentuk kata-kata (Lwin, dkk, 2008:14). Keterampilan ini dapat membantu anak belajar merangkai huruf-huruf yang anak ketahui menjadi sebuah kata atau bahkan kalimat. Merangkai huruf bagi anak usia dini sangat tidak mudah harus melalui proses ingatan yang baik untuk mengenal 26 huruf abjad yang ada dengan cara menyesuaikan bunyi yang dia katakan dengan huruf-huruf yang dia rangkai. Membaca dan menulis sangatlah berkaitan, sehingga perlu adanya keseimbangan yang terjalin untuk dapat menghasilkan anak yang dapat membaca dan menulis dengan baik dan benar. Keterampilan ini sangat membantu anak pada masa depan yang penuh dengan persaingan kerja di dunia global.

Seni musik juga dapat melatih kecerdasan bahasa anak melalui sosialisasi, anak dapat diberikan melalui stimulasi-stimulasi yang dilakukan oleh orangtua, sehingga anak dapat mempergunakan bahasa yang baik untuk bersosialisasi. Orangtua dapat memberikan stimulasi ini dengan memperkenalkan seni musik pada anak usia dini. Orangtua memberikan bimbingan untuk memperkenalkan dan bagaimana cara menggunakan dan memainkan alat musik yang diperkenalkan. Secara tidak langsung anak dapat mengusai diri untuk bersabar dan berani mencoba hal-hal yang baru dari stimulasi-stimulasi yang diberikan. Orangtua juga dapat memberikan kepercayaan kepada orang lain untuk memperkenalkan dan membimbing anak melalui lembaga bimbingan belajar musik. Selain anak mendapatkan pembelajaran musik anak juga mendapatkan pelajaran tentang melatih kepercaya diri anak. Kemampuan yang dimiliki anak yang disalurkan melalui dunia musik ini memberikan kecercasan untuk mengolah emosi yang ada pada anak usia dini. Tidak banyak orangtua yang dapat memberikan stimulasi melalui musik tersebut, karena kesibukan orangtua pada pekerjaan dan kegiatan mereka. Anak yang perkembangannya baik adalah anak yang diberi stimulasi-stimulasi oleh orangtua anak itu sendiri, karena segala sesuatu dapat belajar dari kepercayaan orang terdekat, yaitu keluarga.

Perkembangan kecerdasan bahasa melalui sosialisasi ini dapat mengacu pada keberanian anak usia dini untuk mengungkapkan keinginan, perasaan, dan pertanyaan yang ada dalam benak mereka. Tanpa adanya keberanian untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam benak mereka, anak pada usia ini akan cenderung pendiam dan sulit untuk mengungkapkan pendapat dan pikiran pada saat dewasa nanti. Kesulitan ini akan menjadi anak yang sulit untuk berinteraksi, berkomunikasi dan mengemukakan pendapat. Anak dilatih untuk berani dalam menyampaikan pendapat, sehingga anak dapat mudah menguasai emosi yang ada dalam diri. Ada juga anak yang tidak berani untuk menyampaikan pendapat, atau bahkan takut untuk maju ke depan kelas untuk memperkenalkan diri. Untuk melatih keberanian anak usia dini di sekolah, guru dapat menyuruh bernyanyi bersama-sama di depan kelas dan kemudian bergantian maju ke depan untuk bernyanyi.

Pengenalan seni musik ini juga untuk melatih emosi dan membangun rasa percaya diri anak usia dini dalam bersosialisasi dengan anak sebaya, orangtua, dan lingkungan, sehingga mempermudah menjalin komunikasi dengan baik. Misalnya, seorang anak yang bergerak menurut musik didorong untuk menari berkali-kali yang berani menari menyesuaikan musik tersebut. Anak usia dini sangat perlu adanya bimbingan yang baik dari orang-orang yang ada di dekatnya, karena pada usia dini anak lebih mempercayai kepada orang yang lebih mereka kenal seperti ibu, ayah, dan saudara-saudaranya. Misalnya, ketika anak gagal dalam memainkan alat musik yang dia mainkan secara khusus oleh orangtua mendorong atau menyemangati anak untuk terus mencoba dan menyakinkan bahwa anak bisa untuk melakukannya. Kecerdasan bahasa anak usia dini melalui sosialisasi ini diperlihatkan oleh anak ketika dia berani menyampaikan pendapat, berani menyampaikan kebenaran ketika temannya curang saat bermain, dan lain-lain. Kemampuan ini juga dapat membantu anak mengungkap emosi dan perasaan anak dengan cara bernyanyi atau memainkan alat musik. Kecerdasan bahasa melalui sosialisasi ini adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang- orang yang ada di sekitar kita melalui bahasa yang kita pergunakan dengan baik dan benar. Anak mampu bermain dan berbicara dengan yang lain, baik muda maupun tua dan meningkatkan keterampilan sosial melalui kontak yang dia lakukan.

Manfaat selanjutnya dari pemberian dan pengenalan seni musik untuk anak usia dini adalah kelancaran berbicara pada anak usia dini. Kemampuan dalam kelancaran berbicara ini memberikan anak mampu mengungkapkan apa yang ada dipikiran anak dengan mudah dan lancar, sehingga apa yang anak pikirkan dapat diterima oleh orang yang diajak berbicara. Kelancaran berbicara ini juga dapat menambah percaya diri anak dalam bersosialisasi, karena dia dapat dengan mudah berbicara dan menjalin komunikasi dengan orang lain. Komunikasi yang mudah ini sangat bermanfaat untuk anak usia dini ini karena, mereka dapat pengalaman dan pengetahuan dari lingkungan dan teman-teman sebaya. Mereka juga dapat langsung mengeksplorasi langsung dengan lingkungan, mereka juga tidak akan merasa malu untuk bertanya, dan memberikan pendapat yang mereka ketahui.

Kemampuan ini sangat berpengaruh pada saat dewasa nanti, karena dalam persaingan global di kemudian hari menentukan bagaimana mereka dapat berkomunikasi dengan orang lain secara baik dan menunjukkan kemampuan yang ada dalam diri mereka. Kelancaran berbahasa anak usia dini ini ditunjukkan ketika mereka merasa tidak puas dalam menghasilkan suatu karya bersama-sama, sehingga adanya protes yang mereka lakukan untuk memperbaikinya. Kemampuan ini juga ditunjukkan ketika, anak usia dini bercerita kembali yang terjadi ketika mereka mengalami kejadian pertengkaran dengan temannya atau ketika dia terjatuh dari sepeda.

Kemampuan bahasa anak usia dini ada tahapannya yang akan dibagi ke dalam enam rentangan. Tahap pertama, yaitu tahap lahir sampai usia 1 tahun yang mampu memulai untuk mendengkut, berguman dan tertawa dengan keras dan bermain dengan bunyi, mendengarkan suara dan menirukan suara. Tahap kedua, yaitu tahap usia 1-2 tahun yang pada tahap ini anak telah mampu mengungkapkan kasih sayang pada sesama, dan mulai tertarik dengan buku-buku gambar. Tahap ketiga, yaitu tahap usia 2-3 tahun yang pada usia ini anak mampu bermain peran yang melatih bahasa anak. Tahap keempat, yaitu tahap usia 3-4 tahun yang pada usia ini anak sudah dapat berbicara dengan menggunakan kalimat sederhana yang terdiri dari 4-5 kata, mampu melaksanakan tiga perintah lisan secara berurutan dengan benar, dapat menjawab telepon dan menyampaikan pesan sederhana, dapat menyanyikan lagu anak-anak dan menyanyikan lagu sederhana, dan lain-lain. Tahap kelima, yaitu tahap usia 4-6 tahun yang pada tahap usia ini anak mampu menikmati melihat buku-buku dan siap untuk membaca, dan menunjukkan minat menulis dan membaca kata-kata atau kalimat. Talah keenam, yaitu tahap usia 6-8 tahun , yang mana pada tahap ini anak telah mampu menguasai lebih kurang 14000 kata, mampu menceritakan berbagai hal, anak mampu menyelesaikan kalimat dan mengisi titik-titik, anak dapat menjawab pertanyaan, menyanyikan lagu puisi yang sesuai dengan gambar, menyapa dengan tutur kata yang sopan, mendeklamasikan dan melagukan puisi yang sesuai untuk anak-anak, dan mengungkapkan rasa suka dan tidak suka (Sujiono, 2009:153-163). Tahap-tahapan ini menunjukkan bahwa kecerdasan bahasa sangat berpengaruh dalam perkembangan anak usia dini. Tahap-tahapan perkembangan bahasa ini akan berkembang secara sempurna jika para orangtua melakukan stimulasi-stimulasi yang tepat untuk anaknya pada usia dini.

Pendidikan seni musik kini banyak sudah menjadi ekstrakulikuler pada sekolah taman kanak-kanak yang ada di sebagian kota-kota besar, yang sadar akan seni musik sangat perlu membantu untuk perkembangan anak usia dini. Pendidikan seni musik ini diberikan juga untuk memperkaya pengetahuan tentang irama, nada, dan melodi. Anak dapat menjadikan musik sebagai semangat mereka untuk mengembangkan sensorik motor halus dan kasar pada anak usia dini. Setiap anak memiliki cara belajar mereka yang berbeda. Psikiater Bulgaria, Georgi Lozanov menganjurkan cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah mendengarkan musik dengan irama musik yang konsisten (ajeg) sementara membaca bahan yang harus dipelajari dengan irama musik, atau mendengarkan secara pasif dengan mata tertutup, sementara orang lain mengulangi informasi itu bersamaan dengan irama musik (Lwin, dkk, 2008:139-140). Hal ini membutikan bahwa pembelajaran menggunakan musik lebih efektif dan dapat membantu gaya belajar mereka lebih baik.

Penutup

Dari pembahasan atas masalah yang di ada tentang perkembangan kecerdasan bahasa pada anak usia dini dapat diberikan melalui pengenalan dan pembelajaran seni musik yang dilakukan oleh orangtua atau bimbingan belajar musik. Seni musik memberikan pengenalan anak tentang pengetahuan huruf, nama hewan, nama buah, dan lain-lain. Anak usia dini juga diperkenalkan tentang berbagai musik yang ada dan secara langsung memperkenalkan berbagai budaya dan alat musik yang ada di Indonesia. Dengan seni musik ini dapat membantu anak dalam segi melatih bahasa dan berbicara. Seni musik adalah salah satu alternatif untuk perkembangan dan pertumbuhan otak anak yang sangat pesat pada usia dini.

Pembelajaran seni musik diberikan bukan sekedar untuk melatih anak memainkan alat musik dan menyanyikannya lagu tapi anak juga dilatih kepercaayan diri, menyeimbangkan emosi, dan mengekspresikan karya mereka. Penambahan kosa kata anak usia dini, kecerdasan bahasa melalui sosialisasi anak usia dini, dan kelancaran berbicara ada anak usia dini ini adalah manfaat yang didapat dari pemberian stimulasi-stimulasi yang diberikan oleh orangtua atau guru melalui seni musik.

Daftar Rujukan

Lwim, May dkk. 2008. Cara Mengembangkan Berbagai Komponen Keceerdasan. Jakarta: PT. INDEKS.

Sujiono, Yuliani Nurani. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. INDEKS.

Anonim. 2010. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini 2, (online), (http://episentrum.com/artikel-psikologi/perkembangan-bahasa-anak-usia-dini-2/, diakses 12 Mei 2011).

Ahira, Anne. Peran Musia Mp3 bagi Perkembangan Anak, (online), (http://www.anneahira.com/musik-mp3.htm, diakses 12 Mei 2011)



[1] Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya, Fakultas Ilmu Pendidikan, Prodi PG-PAUD jalan teratai no 4; jalan jenggolo I blok B-8 Sidoarjo; ekaloveiscinta@gmail.com; 081938182349.

[2] Diambil dari Perkembangan Anak Usia Dini 2; http://episentrum.com/artikel-psikologi/perkembangan-bahasa-anak-usia-dini-2/


Nb : Ini adalah Tugas Akhir yang diberikan pada mata kuliah Bahasa Indonesia... "membuat Artikel"

maaf jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar